← Semua cerita

Belanda

Kuliah S2 di Belanda sebagai Profesional & Ayah

“Strategi, Beasiswa, dan Kehidupan di Negeri Kincir Angin”

Mengambil keputusan untuk melanjutkan studi di luar negeri bukanlah perkara mudah. Namun, dalam webinar perdana Ngobrol Global yang menghadirkan Rahmat Ranggonang — penerima beasiswa LPDP yang sedang menempuh S2 di TU Delft, Belanda — kita belajar bahwa di balik tantangan besar, tersimpan pengalaman berharga dan peluang luar biasa.

Mengapa Kuliah Lagi?

Kak Rahmat menggarisbawahi bahwa motivasi seseorang untuk melanjutkan kuliah bisa beragam:

  • Ingin meningkatkan jenjang karier
  • Memperluas jejaring (connectivity)
  • Mengeksplorasi rasa ingin tahu (curiosity)
  • Mencari validasi diri
  • Bahkan terdorong oleh fenomena FOMO (Fear of Missing Out)

Apa pun alasannya, yang penting adalah kejelasan tujuan dan motivasi yang kuat. Ia menyarankan teknik 5 Whys untuk menggali akar motivasi yang sebenarnya.

Menentukan Program Studi

Sebelum mendaftar, penting untuk:

  • Membaca silabus dan cakupan program studi yang akan diambil
  • Menghubungi person in charge untuk menanyakan kejelasan isi program
  • Menentukan tujuan: ingin menguatkan keahlian (expertise) atau pivot karier

Pilihan Beasiswa untuk Studi di Belanda

  1. LPDP — beasiswa penuh dari pemerintah Indonesia untuk S2/S3, mencakup biaya kuliah, hidup, penelitian, seminar, dan transportasi
  2. Erasmus Mundus Joint Master’s Degree — beasiswa penuh dari Uni Eropa, memungkinkan kuliah lintas negara tanpa kewajiban kembali ke negara asal
  3. Justus & Louise van Effen Excellence Scholarships — beasiswa penuh dari TU Delft bagi pelamar top 10% lulusan sebelumnya
  4. Netherlands Scholarship — beasiswa parsial €5.000 untuk non-penduduk Eropa yang mendaftar program Master
  5. Beasiswa dari kantor/institusi tempat bekerja — biasanya untuk pegawai yang akan tugas belajar

Tips Mendapatkan Beasiswa

  • Gabung komunitas pemburu beasiswa (misalnya kanal Telegram ScholarCanada)
  • Rajin kunjungi situs kampus impian
  • Persiapkan kemampuan bahasa Inggris (TOEFL/IELTS)
  • Pahami nilai-nilai beasiswa dan sesuaikan dengan profil diri

Tantangan dan Adaptasi Hidup di Belanda

Housing

  • Mencari tempat tinggal seringkali lebih sulit dari mendapatkan beasiswa
  • Waspadai penipuan (scam), mulai cari sejak menerima LoA
  • Alternatif: sublet, cari kota sekitar kampus utama

Cuaca & Lingkungan

  • Musim dingin panjang dan angin kencang
  • Konsumsi vitamin D, bawa suplemen dari Indonesia
  • Salju jarang, tapi jalanan bisa licin karena es

Budaya & Kesehatan

  • Pelayanan medis lebih konservatif: paracetamol untuk segala keluhan
  • Orang Belanda sangat straightforward dan egaliter

Akademik

  • Sistem perkuliahan cepat (per kuarter, bukan semester)
  • Kegagalan bukan aib: mahasiswa bisa gagal di kuarter awal dan tetap lanjut
  • Profesor terbuka terhadap diskusi dan kritik
  • Peluang magang (internship) di perusahaan tinggi

Menjadi Mahasiswa dan Ayah Sekaligus

Kak Rahmat menuturkan perjuangan menjadi ayah dan mahasiswa sekaligus. Di awal kuliah, ia gagal lulus satu pun mata kuliah. Namun dengan evaluasi, belajar mandiri, dan manajemen waktu yang ketat, ia bangkit. Komunitas mahasiswa dan keluarga menjadi pilar penting untuk bertahan.

Fasilitas dan Kehidupan Sehari-hari di Belanda

  • Jalur sepeda dan transportasi umum sangat memadai
  • Pendidikan anak hampir gratis
  • Akses makanan halal dan restoran Indonesia mudah ditemukan
  • Banyak bahan makanan tropis tersedia di supermarket Asia

Setelah Lulus, Lanjut ke Mana?

  1. Melanjutkan ke jenjang S3 (PhD) — banyak universitas di Belanda menawarkan PhD berbasis proyek dan dibayar seperti karyawan
  2. Bekerja di Belanda — visa pencari kerja (zoekjaar) tersedia bagi lulusan kampus Belanda
  3. Kontribusi ke Indonesia — terutama bagi penerima LPDP, sesuai esai kontribusi yang ditulis

Penutup

Webinar ini memberi gambaran nyata bahwa studi di luar negeri bukan hanya tentang akademik, tapi juga perjuangan hidup, penyesuaian budaya, dan pengembangan diri.

“Up and down itu biasa. Kalau lagi down, ingat kembali alasan kenapa kita memulai perjuangan ini. Jangan biarkan perjalanan sejauh ini berakhir sia-sia.” — Rahmat R. A.


Tonton rekaman lengkap: Rekaman Eps. 1 di YouTube Materi presentasi: Materi Eps. 1

Materi Presentasi

Diskusi